Tampilkan postingan dengan label Kutipan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kutipan. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Januari 2011

Baca yuk.. Info bermanfaat neh

Buat para pembaca..
Ini ada info yang nggak banyak orang tau.. tapi bermanfaat pastinya...
simak ya...

1.Nomor Darurat utk telepon genggam adalah 112. Jika anda sedang di daerah yg tdk menerima sinyal HP & perlu memanggil pertolongan, silahkan tekan 112, dan HP akan mencari otomatis network apapun yg ada utk menyambungkan nomor darurat bagi anda. Dan yg menarik, nomor 112 dpt ditekan biarpun keypad dlm kondisi di lock.

2. Kunci mobil anda ketinggalan di dlm mobil? Anda memakai kunci remote? Kalau kunci anda ketinggalan dlm mobil & remote cadangannya ada di rumah, anda sgera telpon orang rmh dgn HP, lalu dekatkan HP anda kurang lebih 30cm dari mobil & minta org rumah utk menekan tombol pembuka pd remote cadangan yg ada dirumah. Pd waktu menekan tombol pembuka remote, minta org rmh mendekatkan remotenya ke telepon yang dipakainya.

3. Battery cadangan darurat khusus NOKIA Kalau baterai anda sdh sgt minim pdhal anda sedang menunggu telpon penting ato sedang butuh menelfon dlm kondisi darurat, tp karna telfon anda NOKIA... silahkan tekan *3370#, maka telpon anda otomatis restart & baterai akan bertambah 50%. Baterai cadangan ini akan terisi waktu anda mencharge HP anda.

4. Tips untuk menge-Check keabsahan mobil/motor anda. (Jakarta area only) Ketik : contoh metro B86301O (no plat mobil anda) Kirim ke 1717, nanti akan ada balasan dari kepolisian mengenai data2 kendaraan anda, tips ini jg berguna untuk mengetahui data2 mobil bekas yg hendak anda akan beli.

5. Jika anda sedang terancam jiwanya krna dirampok/ditodong seseorang utk mengeluarkan uang dari atm, maka anda bisa minta pertolongan diam2 dgn memberikan nomor pin scara terbalik, misal no asli pin anda 1254 input 4521 di atm maka mesin akan mengeluarkan uang anda juga tanda bahaya ke kantor polisi tanpa diketahui pencuri tsb.Fasilitas ini tersedia di seluruh atm tapi hanya sedikit org yg tahu.

Di Kutip dari : kaskus.us

Sabtu, 01 Januari 2011

Pandai-pandailah memilih TUJUAN

"Nak lanjutkan sekolahmu.tapi tidak usah muluk2..kalau ibu nanti biayai kamu
hanya sampai setahun ya kamu ikhlasin saja....belajarlah. .carilah ilmu agar
kamu tidak bodoh seperti Ibumu...Jika kamu berilmu, pasti kamu tidak akan
kesulitan. Seandainya kamu hanya menjadi tukang mencari rumputpun, kamu
pasti menjadi tukang rumput yang berbeda dibanding mereka yang tidak
berilmu..." Saya masih ingat pesan yang selalu Ibu saya sampaikan kepada
saya agar saya sekolah semata-mata mencari *ILMU* ketika saya mau masuk ke
SMA, dan sampai kuliahpun saya masih ingat itu....dan kata2 beliau iniah
yang mengispirasi saya menulis ini...

Kita sering tidak tepat menge-set Tujuan,

Misalnya kita kuliah atau sekolah. Kalau sekolah itu dilakukan dengan maksud
agar kita bisa mendapatkan pekerjaan, maka selama masa perjalanan sekolah
itu kalau ada berita-berita bahwa saat ini cari pekerjaan sulit, banyak
S1,D3 nganggur, Lulusan SMA,STM hanya jadi cleaning service misalnya, maka
berita2 itu akan membuat kita jadi resah...semangat sekolah melemah..
kadang ...pesimis.. .dan ini sangat menganggu belajar kita...

Dan apabila kita lulus kok ternyata BENAR, bahwa mencari pekerjaan itu
sulit, dan kita merasa sudah mati-matian berusaha enggak dapat2 maka kita
semakin frustasi...sekolah saya gagal...

Atau pada suatu hari barangkali anda dapat perkerjaan, tapi pekerjaanya
remeh dan posisi anda disamakan dengan yang pendidikannya jauh dibawah kita
...kita akan berpikir, "Ngapain saya capek-capek kuliah..? kalau ternyata
dapat kerjanya enggak elit begini...?"

Sahabat-sahabat, Sekolah dengan maksud "*agar kita bisa mendapatkan
pekerjaan*" ini saya sarankan agar anda merevisi-nya, karena kalau tujuan
kita hanya itu, maka ketika tujuan itu tidak tercapai kita akan merasa
gagal....

Kalau sekolah anda niatkan semata agar anda bisa menjadi orang yang berilmu,
maka tanpa anda mati-matian melamar kian kemari pekerjaan itu akan datang
menghampiri anda....

Dalam dunia bekerja-pun anda harus pandai-pandai memilih tujuan anda...

Kalau anda bekerja keras semata-mata tujuannya hanya agar bisa naik kelas
atau jabatan, maka siapsiaplahlah suatu ketika anda kecewa...kadang ada
rekan anda yang jauh lebih santai ternyata malah naik duluan menyalip anda,
atau malah menjadi atasan anda. Anda merasa gagal...menyesal. .

"Sia-sia deh saya kerja keras, kalau ternyata hasilnya seperti ini.."

Kalau anda bekerja semata-mata dengan tujuan mendapatkan gaji gede, maka
suatu saat anda akan kecewa juga......ada temen di bagian yang lain, yang
kerjanya lebih enteng, tanggung jawabnya kecil..eh gajinya sama
saja...akhirnya ketika ada beban pekerjaan yang cukup besar dan rumit, anda
akan sering-sering mengumpat... .

"Ini seharusnya bukan kerjaan saya..saya cuman SMA disuruh ngerjain
begini...ini seharusnya kerjaanya S1..."

"Ini seharusnya pekerjaan bos saya yang gajinya lebih gede, bukan saya.."

Coba kalau sekali anda ciptakan tujuan yang agak "Sedikit Beda" misalnya,
suatu saat nanti saya akan memiliki bisnis sendiri yang sangat besar, apa
saja yang ada di perusahaan ini saya harus tahu, karena ini adalah ladang
ilmu, atau sekolah bisnis yang dibayar...

Saya harus tahu tentang ilmu memimpin anak buah, ilmu membuat planning;
menyusun action plan yang bagus baik planning, tindakan maupun evaluasinya;
saya harus tahu bagaimana cara perusahaan ini menjaga kualitas produk; saya
akan pelajari bagaimana mengontrol cost; bagaimana cara rekrutment karyawan,
trainning karyawan baru, sistem penggajian dll....

Semakin anda semangat untuk belajar, dengan tujuan bahwa nanti anda akan
memiliki perusahaan sendiri yang besar, maka apapun pekerjaan yang
dilimpahkan kepada anda anda akan enjoy...anda akan makin menikmati..semakin
banyak pekerjaan makin bagus...nanti anda akan semakin cepet lulus...hingga
karena anda saking semangat dan bahkan mungkin tanpa dibayar lembur-pun anda
mau bekerja...tahu- tahu tanpa diduga-duga anda dapat bonus naik jabatan
lebih cepat, dapat bonus lebih gede....apa enggak seneng..? Dan suatu saat
nanti ketika anda pensiun atau resign, anda sudah mantap..lha wong banyak
hal yang sudah anda ketahui...maka niatan anda punya bisnis besar akan
semakin di depan mata...iya nggak.?

Di dunia bisnis juga begitu...

Kalau kita memulai bisnis dengan maksud semata-mata karena tergiur dengan
"Uang" maka ketika ternyata kita tidak mendapatkan nya, atau malah rugi ,
kita akan merasa diri kita telah gagal.

Tapi kalau berpikir yang lain, misalnya memulai bisnis ini dimaksudkan agar
kita bisa menggosok diri kita sendiri dan memiliki kepandaian meyakinkan
orang, agar pandai bernegosiasi, pinter membaca peluang, agar tahu ilmu
'produk knowlede', agar tahu sampai seberapa sih ilmu tahan banting saya,
seberapa hebat sih mental saya..dll... maka kita akan tetap semangat dan
tidak mudah menyerah...karena segagal-gagalnya bisnis kita itu an hanya
medianya...yang berkurang atau rugi kan hanya duitnya...kita sendiri kan
malah tambah pinter...kalau kita bisa berpikir seperti ini maka tunggu
saja...tanpa di duga-duga anda dapat bonus...kalau ditempat bekerja anda
dapat bonus naik gaji gede atau naik jabatan..di bisnis anda dapat bonus
dikejar-kejar uang...bukan sebaliknya.. .

Rabu, 22 Desember 2010

Menjadi Istri yang Sepadan untuk Suami

Apa yang sejak awal menjadi bayangan Anda mengenai sebuah pernikahan? Akhir bahagia seperti yang ada di cerita-cerita dongeng? Hmm, tampaknya itu hanyalah impian. Jika Anda sama seperti wanita kebanyakan, Anda akan membayangkan bahwa kehidupan seusai pernikahan akan sangat menyenangkan. Anda tinggal bersama orang yang Anda cintai, semua akan bahagia, dan tak ada masalah karena Anda dan dia sudah memiliki cara pikir yang sama. Tetapi, tunggu, ketika mengecek kehidupan Anda dan dia seusai pernikahan, apakah berjalan persis seperti mimpi Anda itu? Rasanya tidak.

Tak ada hal yang sempurna. Bahkan ketika Anda berdoa sekuat tenaga pun, tak ada segala hal yang bisa berjalan sesuai keinginan kita, termasuk pernikahan. Tapi yang bisa kita lakukan adalah berusaha. Berusaha untuk bisa menjalaninya sebaik mungkin. Berikut adalah hal-hal yang bisa Anda, sebagai istri, coba lakukan untuk memberikan energi kepada kehidupan pernikahan Anda dan memperbarui apresiasi kepada dia, yang bertukar ikrar dengan Anda.

1. Merawat diri
Ternyata ini hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk suami, juga baik untuk Anda. Merawat diri adalah hal baik yang bisa Anda lakukan untuk pernikahan. Mengonsumsi makanan sehat, menjaga kebersihan dan kecantikan, serta berolahraga secara rutin akan membuat Anda merasa lebih baik, serta terlihat lebih berenergi. Hal-hal tersebut akan memancarkan energi serta membuat Anda terlihat lebih menarik, membuatnya sulit untuk berpaling dari Anda, tak peduli berapa pun usia Anda.

2. Mengucapkan apresiasi
Ketika para peneliti bertanya kepada para pria tentang apa yang diinginkan dari istrinya, jawaban yang paling utama adalah apresiasi. Setiap orang suka diberikan apresiasi, jadi ingatlah untuk terus memerhatikan apa yang telah dilakukan oleh pasangan Anda, entah itu hal-hal yang berkaitan dengan keberhasilan pekerjaannya, untuk anak, untuk rumah, juga untuk Anda, lalu berikan ucapan terima kasih. Anda akan memberikan senyum di wajahnya dan sedikit rasa bahagia di hatinya.

3. Selalu menyalakan kehidupan romantisme
Kapan terakhir kalinya Anda merencanakan sebuah adegan romantis bersama si dia? Jika Anda tak bisa mengingatnya, wah, tanda bahaya sudah menyala. Cobalah untuk menjadi seseorang yang lebih menunjukkan afeksi, misal, tuliskan catatan cinta, berikan usapan lembut di punggungnya, merencanakan sebuah kencan, atau memulai sebuah kegiatan seksual. Hal-hal semacam ini akan membuatnya tahu bahwa Anda masih menganggapnya sebagai sosok yang menarik (dan seksi).

4. Biarkan ia memiliki waktu untuk bersenang-senang
Setiap orang perlu ruang untuk dirinya sendiri. Entah itu untuk relaksasi, menikmati hobi, atau bersosialisasi dengan teman-teman. Jika suami Anda menyukai sepak bola dan Anda tidak, jangan mengganggunya saat ia menikmati acara sepak bola. Dorong si dia untuk menjalin pertemanan dengan pria-pria lain yang menyukai kegiatan yang sama. Ia akan menikmati waktu-waktu tersebut. Studi menunjukkan bahwa orang yang mengelilingi dirinya dengan banyak teman bisa hidup lebih lama dan sehat.

5. Membuat suami sebagai prioritas
Anda pasti ingin si dia membuat Anda sebagai prioritas di dalam hidupnya, bukan? Dengan stres keseharian, mulai dari beban pekerjaan, rumah, dan anak-anak, amat mudah untuk melupakan kebutuhan suami. Cobalah untuk menyiapkan waktu hanya Anda berdua agar bisa mengembalikan hubungan ke suatu titik yang aman. Cobalah untuk mau mengerti dan mengenali pekerjaan dan hobinya. Biarkan ia tahu bahwa dirinya penting untuk Anda.

6. Jangan berusaha untuk mengubahnya
Apakah Anda tipe yang mudah untuk bersosialisasi, tapi suami Anda tipe pemalu? Apakah Anda suka rumah yang bersih, tapi ia sering kali meninggalkan handuk di lantai? Para ahli sifat manusia mengatakan bahwa Anda tak bisa mengubah orang lain, Anda hanya bisa mengubah diri sendiri dan cara Anda merespons. Jadi, carilah cara lain selain merengek untuk mengubah situasi ini. Kompromikan hal-hal sosial dengan membuatnya lebih ringkas, atau dengan melakukannya sendiri. Misal, letakkan keranjang baju kotor di kamar mandi. Ketika ia melakukan apa yang Anda minta, seperti menaruh handuk di gantungan atau di keranjang baju kotor, ucapkan terima kasih. Dorongan positif lebih efektif ketimbang rengekan.

7. Jangan biarkan ia menerka-nerka, utarakan isi hati Anda
Amat mudah untuk berasumsi bahwa Anda pasti sudah mengerti jalan pikiran orang yang sudah tinggal dengan Anda selama bertahun-tahun itu, dan berpikir bahwa ia pun sudah mengetahui apa yang Anda inginkan. Ketahuilah, hal itu tidak benar. Kebanyakan kita memandang dunia melalui kebutuhan dan keinginan kita. Jadi, jangan heran ketika suami Anda berpikir bahwa apa yang Anda inginkan adalah sesuatu yang ia inginkan juga. Ketika Anda butuh sepatu untuk sehari-hari, ia malah membelikan Anda ransel. Jika Anda butuh sesuatu yang spesifik, seperti saran, pelukan, atau kardigan merah untuk hari ulang tahun, beritahukan kepadanya. Ia bukan seorang pembaca pikiran.

8. Cari pertemanan dan ketertarikan di luar kehidupan pernikahan
Ketika Anda menikah, banyak orang yang kehidupan jejaring sosialnya hanya berkutat di sekitar suami. Tapi tak ada satu orang yang bisa memenuhi segala kebutuhan Anda. Amat tidak mungkin dan tidak realistis untuk meminta suami Anda menjadi partner, kekasih, sekaligus sahabat yang mengerti kebutuhan kewanitaan Anda. Karenanya, amat penting untuk tetap menjaga persahabatan di luar pernikahan. Anda akan memiliki hari-hari yang lebih menyenangkan dan membawa energi baru terhadap hubungan Anda.

9. Bebaskan waktu bersantai
Sama seperti Anda yang butuh waktu untuk relaksasi dan beristirahat, ia pun butuh hal tersebut. Ia mungkin tidak akan mendefinisikan waktu relaksasinya sama persis dengan Anda. Jika waktu relaksasi Anda adalah dengan berendam di air hangat, misalnya, ia mungkin menemukan relaksasi saat mengutak-atik mobil, membaca koran, atau menonton televisi. Carilah jalan tengah untuk mengompromikan kebutuhan masing-masing. Berikan waktu untuknya mengisi ulang tabung semangatnya dengan tidak membuat agenda yang penuh aktivitas membersihkan rumah atau hanya sekadar berbelanja.

10. Percaya pada suami Anda, dan tunjukkan
Pria memang lebih sering menunjukkan keberanian lebih banyak ketimbang wanita. Namun, seperti kita, pria pun sering kali harus menghadapi masalah rendahnya kepercayaan diri dan merasa gagal. Karena pendekatan pria terhadap dunia adalah dengan persaingan, mereka sering kali merasa seperti seorang pecundang. Ketika mereka pulang ke rumah, suami Anda ingin tahu bahwa orang yang paling ia cintai di dunia memercayainya, khususnya ketika ia sedang tidak percaya pada dirinya sendiri.
Jangan lupa bahwa untuk memulai ini, Anda harus ikhlas menjalaninya, dan tidak menghitung seberapa banyak yang sudah Anda korbankan. Jika Anda ingin pernikahan berhasil, jangan lupa, Anda dan dia harus sama-sama mau menurunkan ego.

By : Kompas